Keunikan dan Keanekaragaman Seni Daerah
Oleh : Raden Rara Wulandari
Berkarya sangat lah dibutuhkan oleh seseorang yang ingin berkarya dalam hal berkarya seseorang berusaha mengeluarkan kreatifitas -kreatifitas yang di milikinya.Hal ini sanagt penting karena dapat melatih kita untuk mengeluarkan gagasan ataupun ide-ide yang kita miliki.salah satu karya seperti seni dapat di tampilkan melalui seni teater atau drama.Dalam teater maupun drama para pemain sangat di butuhkan untuk memerankan tokoh-tokoh di dalam sebuah cerita. Maka secara tidak langsung seorang pemain harus dapat memperagakan beberapa tingkah laku seorang tokoh di dalam cerita yang di mainkan.seni teater bertujuan untuk menghibur penonton.Di Indonesia seni sudah terdapat diberbagai daerah.
Setiap daerah memiliki seni sebagai simbol unsur kebudayaan daerah tersebut.kita ambil saja contohnya seni teater reog,seni teater reog berasal dari kota ponorogo.Ciri khas seni dari teater ini adalah topeng yang dikenakan oleh pemain yang berbentuk besar dan tinggi dan berwajah singa.Selain seni itu ada juga seni drama dan tari yang disingkat dengan sebutan’’Sendratari’’. Sebagaimna cerita dalam sendratari disajikan dalam tarian serta di iringi dengan gamelan.Akan tetapi kebetulan saya menyaksikan langsung drama teater yang di adakan oleh kampus Universitas PGRI Semarang pada hari selasa 4 Oktober 2016 pukul 19.00 di gedung pusat lantai 7.Disana saya melihat langsung seni teater drama joko tarub.
Awal cerita drama bertempat di sebuah rumah kecil yang di tempati oleh joko tarub dan anaknya nawang asih.Cerita tersebut mengunakan alur fles back.Dalam teater joko tarub ada 7 orang bidadari yang turun ke bumi untuk mandi di sebuah sungai.mereka melepas slendang dan menaruh selendang tersebut di sebuah batu. Kebetulan di dekat sungai tersebut ada joko tarub yang sedang berburu di hutan dan melihat bidadari yang sedang mandi tetapi joko tarub mengambil salah satu selendang dari 7 bidadari. Setelah bidadari selesai mandi dan hendak mengambil selendang yang di taruh di atas batu ada salah satu bidadari yang kehilangan selendangnya.Bidadari tersebut bernama nawang wulan ,nawang wulan menyuruh adik-adiknya untuk kembali kekayangan namun nawang wulan berjanji kepada adik-adiknya jika selendangnya sudah ketemu dia akan menyusul adik-adiknya.Namun ternyata setelah di cari kemna-mana selendangnya tidak di temukan dan nawang wulan berjanji kepada dirinya sendiri jika ada seseorang yang menolongnya,jika itu seorang perempuan akan dia jadikan saudara namun jika seorang laki-laki akan dia jadikan suami.
Mendengar ucapan nawang wulan joko tarub berlari pulang kerumahnya untuk mengambil sebuah baju untuk nawang wulan.setelah sampai di sungai kembali joko tarub menghampiri nawang wulan untuk memberikan baju yang d ambilnya di rumah dan bertanya kepada nawang wulan ‘’ apakah benar perkataan mu tentang jika ada seseorang yang menolongmu kalau itu seorang perempuan akan kamu jadiakan saudara dan jika itu laki-laki akan kau jadikan suami.Namang menjawab pertanyaan joko tarub’’ seorang bidadari tidak akan mengingkari janjinya bahwa nawang wualan beenar-benar akan menjadikan joko tarub sebagai suaminya’’.Joko tarub mengajak nawang wulan untuk pulang kedesanya untuk mengajaknya untuk menikah.setelah mereka menikah nawang wulan hamil,hingga nawang wulan melahirkan hidupnya bahagia namun setealah anaknya kira-kira berusia sekitar 2 bulan nawang wulan menitipkan anaknya yang di beri nama nawangsih kepada joko tarub dan kebetulan nawang wulan sedang menanak nasi.Sebelum nawang wulan pergi dia telah berpesan kepada suaminya agar tidak pernah membuka penutup penanak nasinya.Namun suaminya penasaran karena lumbung padi di rumahnya selalu banyak padahal dia makan setiap hari namun tidak pernah berkurang padinya di limbungnya. Namun suaminya tidak mendengarkan ucapan istrinya joko tarup malah membuka tutup penanak nasinya dan alahkah terkagetnya joko tarub karena yang di masak istrinya hanya seuntai padi.
Tak lama kemudian nawang wulan pulang dari sungai,joko tarub bertanya kepada nawang wulan kenapa kamu menanak nasi hanya seuntai padi saja.Nawang wulan menjawab pertanyaan suaminya apakah kau lupa kalau aku ini seorang bidadari ,kini kesaktian ku telah hilang karena kau telah melanggar janjimu tidak akan membuka tutup penanak nasi itu.Nawang wulan masuk kedalam rumah dan menemukan slendangnya di lubung padi.Dan akhirnya nawang wulan mengetahui bahwa yang mengambil selendangnya adalah suaminya sendiri,nawang wualan marah ke pada joko tarub dan meninggalkan nawangsih dan joko tarub.Nmun sebelum nawang wualan pergi dia berkata jika kelak nawangsih bertanya tentang ibunya bawalah dia ke sunagi ini.Nwang wulan pun pergi meninggalkan joko tawuh dan nawangsih.Dari cerita ini kita bisa mengambil pesan bahwa dua kehidupan yang berbeda tidak akan bisa bersatu.
Teater ini mengajarkan kita semua untuk selalu menerima keadaan kita sepenuhnya tanpa harus berharap yang terlalu berlebuhan seperti joko tarub yang berharap bisa menikah dengan seorang bidadri yang cantik.Dari teater ini pemain berusaha untuk menampilkan kemampuannya sebaik mungkin seperti memerankan dengan gerakan-gerakan yang di inginkan.Maka perlulah sebuah seni teater untuk sealu di kembangkan dengan baik agar teater tidak hilang dari lingkungan masyarakat di sekitar daerah masing- masing.
Menanggapi Esai Raden Rara Wulandari
Esai yang berjudul “Keunikan dan Keanekaragaman Seni Daerah” oleh Raden Rara Wulandari pada dasarnya sudah melampaui kejelian dan ketelitian seorang penulis dalam menceritakan kembali kisah Jaka Tarub dari awal hingga akhir cerita. Bahasa yang digunakan dalam menyampaikan beberapa ide tau gagasan cenderung mudah dipahami sehingga tidak menimbulakan suatu kebingunan yang mungkin bisa mempengaruhi pembaca Esai ini. Banyak kata-kata yang sering diulang-ulang menjadikan seorang penulis kehabisan kata-kata. Setiap kata yang dijelaskan oleh raden Rara Wulandari telah banyak dijumpai di dalam suatu media. Bukan karena tulisan atau kreativitasnya yang bagus akan tetapi untuk kedepannya lagi dalam membuat esai bisa lebih baik lagi. Menurut Raden Rara Wulandari kisah Jaka Tarub memberikan kita sebuah inspirasi dan motivasi bahwasannya tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini yang bisa terjadi jika yang di atas menghendaki maka terjadilah. Dalam menceritakan kembali cerita Jaka Tarub Rara terlalu berlebihan secara rinci hingga mendetail sekali cerita tersebut disampaikan kembali dalam bentuk narasi. Akan tetapi karena hal ini Raden Rara Wulandari terfokuskan pada satu titik saja yaitu cerita Jaka Tarub yang dengan panjang lebar dia cewritakan. Akan lebih baik jika seorang penulis bercerita layaknya menyangkut pautkan kepada realita yang terjadi di masyarakat.
Masyarakat yang dekat dengan kebudayaan dan adat-istiadat pastilah ingin jika Seni yang ada di Indonesia dapat dikembangkan sebaik mungkin apalagi Seni Teater. Maka sangat perlu kesadaran manusia dalam mengembangkan hal ini. Akan tetapi dalam menyampaikan pendapatnya Raden Rara Wulandari tidak bercerita secara cermat hanya saja mengulang kembali cerita atau kisah Jaka Tarub yang jelas-jelas kita telah mengetahui cerita tersebut sejak kita masih di Sekolah Dasar (SD). Hal ini tentu akan menghambat seorang penulis untuk berpikir secara cermat, Seharusnya seorang penulis dapat mengeluarkan gagasan-gagasannya berupa pendapat berdasarkan pengalaman berbahasa yang dimiliki. Maka sangatlah menarik jika penulis dapat berpikir seperti ini bukan semata-mata berpikir hanya untuk mengingat kejadian atau kisah Jaka Tarub lalu ditulis kembali maka sama saja seperti menulis synopsis atau pun resensi.
Harapan dari saya kepada penulis beliau harus lebih mampu dalam bercerita semenarik mungkin sehingga pembaca berniat untuk membaca esai tersebut. Secara keseluruhan sudah baik, dan kronologis. Urutan setiap cerita selalu dijelaskan hingga rinci. Banyak kekurangan dalam menuliskan sesuatu ini maka perlunya latihan-latihan dalam membuat sebuah karya sastra hingga terkesan menarik dan dikatakan berhasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar