Jumat, 20 Januari 2017

Berbicara Seni itu Tak-Berujung
Oleh : Ihdinar Nur Aliah

         Sebuah karya akan terlihat unsur estetik yang menarik apabila diperankan atau dipentaskan dalam beberapa karya seperti Seni Teater. Seni Teater selalu menjadi pembahasan yang tidak asing lagi untuk berkarya melalui beberapa gerakan (gesturs) seorang pemain. Sebagai penghibur lara, Seni Teater sangat memberikan dampak-dampak positif yaitu membuat para penonton merasa terhibur dan menikmati setiap alur cerita. Untuk memberikan kesan yang enak dilihat para pemain dalam Seni Teater tergolong dalam pemain yang mampu memberikan eksperi-eksperi yang sedemikian bagusnya.
  Ekspresi-ekspresi inilah yang selalu menjadi bahan utama seorang pemain dalam memerankan sesuai dengan perannya masing-masing. Begitu banyak seni yang ada di Indonesia termasuk dalam kategori Seni Pertunjukan. Apabila Seni dikembangkan di masyarakat atau pun daerah-daerah yang ada di Indonesia maka kehadiran Seni sangat dekat dan erat sekali. Tidak hanya bidang Seni saja akan tetapi bidang-bidang lain akan tumbuh dan berkembang secara dinamis jika masyarakat menyadari akan keberadaan seni. 
          Hampir semua Seni termasuk yang berhubungan dengan karya seseorang kini telah hilang. Pengaruh ini disebabkan karena banyak orang yang berpendapat bahwa berseni itu membuang-buang waktu banyak waktu yang kita lalui hanya berseni maka kita kan rugi. Tidak sepantasnya lagi kita berpendapat seperti itu. Beberapa orang mengira seperti itu karena cenderung berpikir negative akan pengaruh keberadaan seni. Sulit untuk membina golongan orang yang berpendapat demikian. Namun tidak ada salahnya jika belajar menghargai seni berawal dari diri kita masing-masing.
Untuk mempelajari macam-macam Seni saya telah menonton Seni pertunjukan yaitu Teater pada malam hari pukul 07.00 di sebuah ruangan megah Gedung Pusat Lantai 7 Universitas PGRI Semarang pada hari Selasa. Seni Teater dilaksanakan untuk memberikan sebuah gambaran kepada mahasiswa bahwa inilah Seni Teater yang perlu kita tonton denagan penuh kesadaran. 
          Dalam seni teater ini menceritakan tentang kehidupan seorang anak kecil yang ditinggal ibunya sejak bayi karena sebuah kekecewaan yang begitu mendalam hingga akhirnya Nawang Wulan memutuskan untuk pergi dari Jaka Tarub. Kisah ini sangat menyedihkan untuk dilihat hal yang tidak mungkin terjadi dalam cerita ini ada pada setiap gerakan-gerakan, ekspresi, dialog-dialog antar pemain. Cerita ini sangat mengharukan Nawang Asih adalah seorang anak yang ditinggal ibunya sejak kecil akhirnya sampai sekarang hanya hidup berdua saja bersama Jaka Tarub. Hampir setiap malam bulan purnama jaka Tarub bermimpi akan kehadiran istrinya Nawang Asih. Dengan begitu berharapnya Jaka Tarub selalu mengharapkan Nawang Wulan untuk dating kembali dan melihat Nawang Asih yang sudah tumbuh besar. Para Pemain pada Seni Teater ini sangat kretif sekali dengan menceritakan beberapa kejadian menggunakan alur mundur. Dari cara berpikir para pemain jelas sangat Cerdas dan kreatif untuk membuat penonton merasa kaget dan heran bahwa dibalik yang diceritakan saling berkaitan satu sama lain. Penonton atau pun saya sendiri merasakan bahwa Seni Teater seperti cerita Jaka Tarub sangat layak untuk ditonton. 
          Untuk meningkatkan rasa ingin tahu pembuat naskah menceritakan masa lalu yang mengakibatkan masa yang sekarang. Banyak hambatan dan rintangan untuk mewujudkan sebuah seni agar dipentaskan. Tidak hanya perlengkapan pendungung saja yang diperlukan tetapi kesiapan mental dan kesanggupan para pemain merupakan faktor utama yang sangat mempengaruhi jalannya Seni Teater ini. Kerja sama antar team mengajarkan kita akan kekompakan dan solidaritas dalam sebuah kesatuan pementasan. Hal ini berpengaruh terhadap para penonton bahwa Seni mengajarkan kita untuk memiliki sifat-sifat yang terpuji dalam cerita yang telah dipentaskan. 
          Ada sebuah pesan atau amanat yang disampaikan oleh para pemain dalam seni Teater ini untuk dapat dijadikan tuntunan atau arahan yang baik. Tentu pesan atau amanat yang baik yang kita tirukan adpun hal buruk atau ucapan “kasar” justru perlu kita hindari atau tidak ditirukan. Berhubungan dengan seni dalam cerita Jaka tarub pasti sangat banyak seni-seni yang terkandung di dalamnya. Salah satu contoh seni pada cerita ini yaitu Seni Kriya yang termasuk dalam seni Rupa Terapan.
          Seni Kriya terlihat pada gambar lukisan kehidupan Jaka Tarub yang digambarkan dengan rumahnya yang sanagat kecil dan sederhana bisa dibilang “gubug”. Para pemain seni Teater tentunya jauh-jauh hari telah menganyam atau membuat rumah-rumahan itu dari bahan seadanya yautu jerami yang telah kering. Ada lagi hiasan keadaan yang tertampak di sebuah kali, sebuah batu yang mengelilingi setiap sudut kali membuat bahwa yang Nampak adalah kali yang terisi oleh air. Ada 7 bidadari yang mandi di kali tersebut dengan menaruh selendangnya di atas batu yang pada waktu itu sebagai tempat peristirahatan Jaka Tarub. Hingga pada akhirnya Jaka Tarub mengambil salah satu selendang berwarna kuning yaitu Selendang Nawang wulan yang sekarang telah menjadi seorang mantan istrinya dulu. Karena cerita ini menggunkan alur mundur jadi masih banyak lagi peristiwa-peristiwa lain yang tidak bisa saya sampaikan satu persatu. 
          Dari hal inilah kita dapat melihat bahwa Karya Sastra seperti Seni dapat ditampilkan atau dipentaskan sewaktu-waktu sesuai dengan kubutuhan yang diperlukan. Sebagai bukti kebudayaan orang Indonesia kini Seni Teater telah banyak mendapatkan perhatian lebih dari berbagai pihak. Banyak orang yang mengaplikasikan Seninya melalui ekspresi-eksperi yang ingin disampaikan seperti pementasan drama, seni yang mementaskan gambar seperti seni lukis dan masih banyak lagi seni-seni yang lainnya. Mungkin ini salah satu seni yang bisa saya contohkan yaitu Seni Teater dalam berperan serta melestarikan kebudayaan bangsa dengan cara menonton Seni Teater tersebut. Maka deperlukan generasi-generasi selanjutnya yang harus peduli lagi mengenai keberadaan Seni yang ada di Indpnesia. Dengan begitu kebudayaan Indonesia khususnya seni tidak dikucilkan lagi oleh para kaum perusak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar